PENANAMAN NILAI KEWARGANEGARAAN KEPADA MAHASISWA UHS MELALUI SENI DAN BUDAYA

Asya Rofi Hidayansyah, Fathan Faiz Firdaus, Girang Gemilang, Imron Rosadi, Malik Abdul Azis, dan Rizal Maulana Algama.

Bandung, 21 Desember 2023

Guna menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan melalui sejarah dan budaya bangsa kepada mahasiswa UHS, Lysda Reviyanti, M.Pd., Dosen Mata Kuliah Kewarganegaraan, melaksanakan metode pembelajaran dengan melakukan kegiatan kunjungan ke museum tertua di Jawa Barat yang menyimpan kekayaan Sejaran dan Budaya Sunda, yaitu Museum Sri Baduga. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, bahwa Mahasiswa Universitas Halim Sanusi (UHS), melakukan kegiatan kunjungan ke Museum Sri Baduga, Jl. BKR No.185, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat. 7 Desember 2023. 

Kunjungan ini bukan hanya sekadar wisata, melainkan sebuah aksi nyata untuk memperdalam pemahaman dan kepedulian mereka terhadap warisan leluhur. Dengan penuh semangat, para mahasiswa menyusuri setiap sudut museum. Mereka disuguhi beragam koleksi benda-benda bersejarah, mulai dari prasasti dan artefak kerajaan, peralatan rumah tangga tradisional, hingga pakaian adat Sunda yang sarat makna. Para pemandu museum dengan antusias menjelaskan nilai dan cerita di balik setiap benda, membuat suasana belajar menjadi hidup dan menarik.

“Museum ini bisa membantu kita membangun identitas kewarganegaraan, akan ada banyak yang bisa kita pelajari dari nilai-nilai yang terkandung pada sejarah dan budaya bangsa ini.” Ungkap Lysda, Dosen Kewarganegaraan dari UHS. Sementara itu salah satu mahasiswa yang hadir pada kegiatan tersebut menyatakan, “Kunjungan ini membuka mata saya tentang betapa kaya dan beragamnya budaya di Indonesia, khususnya budaya Sunda,” ungkap Malik, mahasiswa Prodi Komunikasi UHS. Malik menambahkan, dengan melihat secara langsung benda-benda peninggalan masa lalu, membuatnya lebih memahami perjuangan dan kreativitas nenek moyang.

Para mahasiswa juga terlibat aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Mereka mempertanyakan relevansi budaya Sunda di era modern, serta langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk melestarikannya. “Di tengah gempuran budaya asing, kita sebagai generasi muda bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian budaya Sunda. Kita harus kreatif dalam mengemas dan mempromosikan budaya kita agar tetap menarik dan relevan bagi generasi muda”. Ujar Imron, mahasiswa lain yang ikut hadir.

Kunjungan mahasiswa ke Museum Sri Baduga ini, diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk lebih mengenal dan menghargai warisan budaya. Dengan kepedulian dan kreativitas, pelestarian budaya tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab orang tua, melainkan aksi nyata yang dapat dilakukan oleh semua kalangan, khususnya mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa. (RRN)

Buka Whatsapp
Butuh bantuan?
Hello 👋
Can we help you?