Gambar: Adin

Pahlawan Indonesia Anggota BPUPKI Bertemu Kembali di Jl. Taman Siswa No. 4 Bandung

Bandung, 10 Januari

Annisa Nurjannah, Dede Fitri Nurmaliya, Jessi Mulyani, Vina Amelia Putri, dan Widiya Yulisa

Sejarah berulang, empat tokoh dari 62 tokoh anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau disingkat BPUPKI, bertemu kembali di Jl. Taman Siswa No.4 Kota Bandung. Pertemuan ini tentu saja bukan pertemuan yang sebenarnya, karena keempat tokoh pahlawan Indonesia tersebut telah lama meninggalkan kita semua dengan berbagai sumbangsihnya demi bangsa ini. Pertemuan yang dimaksud yaitu bertemunya warisan dan hasil karya mereka bagi Indonesia, yaitu organisasi yang telah mereka bangun. Keempat tokoh itu adalah K.H. Abdul Halim, K.H. Ahmad Sanusi, Mr. R. Syamsuddin, serta Ki Hajar Dewantara.

Gambar: Adin
Gambar: Adin

K.H. Abdul Halim, K.H. Ahmad Sanusi, dan Mr. R. Syamsuddin merupakan pendiri dari organisasi Persatuan Ummat Islam (PUI) pada tanggal 21 Desember 1917, sementara Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh yang membidani lahirnya organisasi yang bergerak di sektor pendidikan di Indonesia yaitu ‘Nationaal Onderwijs Tamansiswa’, didirikan untuk pertama kali di Jogja pada tanggal 3 Juli 1922, yang selanjutnya dikenal dengan Taman Siswa. Persatuan Ummat Islam (PUI) kemudian melahirkan lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi dengan nama Universitas Halim Sanusi (UHS), mengambil nama dari kedua tokoh pendirinya. Sedangkan Taman Siswa melahirkan lembaga pendidikan diberbagai semua jenjang pendidikan mulai dari Taman Indria (Taman kanak-kanak), Taman Muda (Sekolah dasar), Taman dewasa (SMP), Taman Madya (SMA), hingga jenjang perguruan tinggi yaitu Taman Guru (Sarjana wiyata). 

Ki Hajar Dewantara adalah pahlawan nasional yang memiliki peran besar bagi pendidikan Indonesia. Jasanya di bidang pendidikan, membuatnya diberi gelar Bapak Pendidikan Indonesia. Beliau berhasil merumuskan istilah-istilah berikut ini yang masih bertahan dan digunakan dalam dunia pendidikan di Indonesia, Ing Ngarsa Sung Tulada yang artinya didepan memberikan contoh,  Ing Madya Mangun Karsa, yang artinya ditengah membangun cita-cita, serta Tut Wuri Handayani yang artinya mengikuti dan mendukung. Istilah terakhir ini yang pada akhirnya menjadi slogan yang kerap disematkan dalam logo pendidikan di Indonesia.

K.H. Abdul Halim, K.H. Ahmad Sanusi, dan Mr. R. Syamsuddin, tiga tokoh pendiri Persatuan Ummat Islam (PUI) ini juga merupakan tokoh yang peduli terhadap nasib bangsa, mereka telah memperjuangkan bangsa Indonesia agar terlepas dari belenggu penjajahan, ketertindasan, kebodohan, kemiskinan, dan politik belah bambu (devide et empire) yang dilakukan kaum penjajah. Salah satunya bidang pendidikan, PUI kemudian melahirkan lembaga pendidikan jenjang perguruan tinggi, yaitu Universitas Halim Sanusi. Hadirnya Universitas Halim Sanusi merupakan langkah yang dilakukan untuk mengembangkan lembaga pendidikan yang sebelumnya dimiliki, berbentuk Universitas yang ada di bawah Persatuan Ummat Islam (PUI) yang pengelolaan langsung di bawah pengawasan Badan Pelaksana Harian Persatuan Ummat Islam.

Salah satu lokasi dari lembaga pendidikan Taman Siswa yang dibangun oleh Ki Hajar Dewantara berada di Kota Bandung, yaitu SMP, SMA, dan SMK Taman Siswa di Jl. Taman Siswa No.4, Kelurahan Malabar, Kec. Lengkong, Kota Bandung. Sedangkan Universitas Halim Sanusi Persatuan Ummat Islam beralamatkan, Jl. Laskar Wanita Indonesia, (Laswi) No. 1. Bandung, dari tahun 2016-2022.

Namun, sejak awal tahun 2023, Universitas Halim Sanusi memutuskan untuk berpindah lokasi kampus ke Jl. Taman Siswa No.4, Kelurahan Malabar, Kec. Lengkong, Kota Bandung, berdampingan dengan SMP, SMA, dan SMK Taman Siswa Kota Bandung. Peristiwa bergabungnya Universitas Halim Sanusi milik Persatuan Ummat Islam yang digagas oleh K.H. Abdul Halim, K.H. Ahmad Sanusi, dan Mr. R. Syamsuddin, dengan SMP, SMA, dan SMK Taman Siswa Kota Bandung milik organisasi Taman siswa yang didirikan Ki Hajar Dewantara, yang berjalan berdampingan dalam satu kawasan gedung pendidikan ini, seakan menasbihkan bertemunya kembali semangat kepahlawan dan kepedulian akan pendidikan dari keempat tokoh pahlawan anggota BPUPKI tersebut di Jl. Taman Siswa No. 4 Bandung. (RRN)

Pahlawan Indonesia Anggota BPUPKI Bertemu Kembali di Jl. Taman Siswa No. 4 Bandung Read More »

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS HALIM SANUSI MENGGELAR MALAM KEAKRABAN DAN OSPEK JURUSAN MAHASISWA BARU

Riska Oktaviani, Silvia Aprilia Zahra, Sri Wulan Dari, Tahara Sucita, Tsalitsa Vega Afia, dan Windi Aulia Dani

Bandung, 22 Desember 2023

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Halim Sanusi menggelar acara Makrab X Osjur untuk mahasiswa barunya, pada tanggal 18-19 Desember 2023. Acara tersebut dilaksanakan di Villa One Cisangkuy, Cangkuang Cikalong, Lamajang, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Acara dimulai pada pukul 06.00 WIB . Acara ini dibuka oleh Kaprodi PGSD Dede Sustri, M.Pd serta di hadiri oleh para Dosen PGSD yang lainnya.

Acara malam keakraban dan ospek jurusan ini dilaksanakan bertujuan untuk menciptakan keakraban antara mahasiswa baru dengan kakak tingkatnya, serta dengan para Ibu/Bapak Dosen. Kegiatan digelar secara outdoor, dengan harapan agar lebih terasa keharmonisan dan kesatuan antar mahasiswa baru. Kegiatan diisi oleh pemateri dari para Dosen PGSD UHS. Materi dibagi menjadi beberapa tema, yaitu Kepemimpinan, Management Umum, Orientasi, dan Ke PGSD-an. Di sela-sela materi juga diselingi oleh kegiatan icebreaking, dengan acara penutup pada pagi keesokan harinya dilakukan kegiatan post to post.

Para peserta yang mengikuti kegiatan makrab ini terlihat menikmati rangkaian dengan senang hati, dan saling memahami konsep dari acara ini. Ketua Pelaksana kegiatan ini, Diwan Muhammad Ilham menyatakan, “Dari acara ini, keharmonisan antara mahasiswa baru dengan para panita sangat terasa dan Alhamdulillah terjalin secara baik.” Diwan juga menyampaikan akan mengagendakan acara silaturahmi setelah acara makrab dan osjur ini, sehingga diharapkan kedepannya, dapat tercipta hubungan yang baik dan solid antara mahasiswa baru dengan kakak tingkatnya. (RRN)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS HALIM SANUSI MENGGELAR MALAM KEAKRABAN DAN OSPEK JURUSAN MAHASISWA BARU Read More »

PENANAMAN NILAI KEWARGANEGARAAN KEPADA MAHASISWA UHS MELALUI SENI DAN BUDAYA

Asya Rofi Hidayansyah, Fathan Faiz Firdaus, Girang Gemilang, Imron Rosadi, Malik Abdul Azis, dan Rizal Maulana Algama.

Bandung, 21 Desember 2023

Guna menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan melalui sejarah dan budaya bangsa kepada mahasiswa UHS, Lysda Reviyanti, M.Pd., Dosen Mata Kuliah Kewarganegaraan, melaksanakan metode pembelajaran dengan melakukan kegiatan kunjungan ke museum tertua di Jawa Barat yang menyimpan kekayaan Sejaran dan Budaya Sunda, yaitu Museum Sri Baduga. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, bahwa Mahasiswa Universitas Halim Sanusi (UHS), melakukan kegiatan kunjungan ke Museum Sri Baduga, Jl. BKR No.185, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat. 7 Desember 2023. 

Kunjungan ini bukan hanya sekadar wisata, melainkan sebuah aksi nyata untuk memperdalam pemahaman dan kepedulian mereka terhadap warisan leluhur. Dengan penuh semangat, para mahasiswa menyusuri setiap sudut museum. Mereka disuguhi beragam koleksi benda-benda bersejarah, mulai dari prasasti dan artefak kerajaan, peralatan rumah tangga tradisional, hingga pakaian adat Sunda yang sarat makna. Para pemandu museum dengan antusias menjelaskan nilai dan cerita di balik setiap benda, membuat suasana belajar menjadi hidup dan menarik.

“Museum ini bisa membantu kita membangun identitas kewarganegaraan, akan ada banyak yang bisa kita pelajari dari nilai-nilai yang terkandung pada sejarah dan budaya bangsa ini.” Ungkap Lysda, Dosen Kewarganegaraan dari UHS. Sementara itu salah satu mahasiswa yang hadir pada kegiatan tersebut menyatakan, “Kunjungan ini membuka mata saya tentang betapa kaya dan beragamnya budaya di Indonesia, khususnya budaya Sunda,” ungkap Malik, mahasiswa Prodi Komunikasi UHS. Malik menambahkan, dengan melihat secara langsung benda-benda peninggalan masa lalu, membuatnya lebih memahami perjuangan dan kreativitas nenek moyang.

Para mahasiswa juga terlibat aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Mereka mempertanyakan relevansi budaya Sunda di era modern, serta langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk melestarikannya. “Di tengah gempuran budaya asing, kita sebagai generasi muda bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian budaya Sunda. Kita harus kreatif dalam mengemas dan mempromosikan budaya kita agar tetap menarik dan relevan bagi generasi muda”. Ujar Imron, mahasiswa lain yang ikut hadir.

Kunjungan mahasiswa ke Museum Sri Baduga ini, diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk lebih mengenal dan menghargai warisan budaya. Dengan kepedulian dan kreativitas, pelestarian budaya tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab orang tua, melainkan aksi nyata yang dapat dilakukan oleh semua kalangan, khususnya mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa. (RRN)

PENANAMAN NILAI KEWARGANEGARAAN KEPADA MAHASISWA UHS MELALUI SENI DAN BUDAYA Read More »

PENGENALAN SEJARAH BANGSA, MAHASISWA UHS KUNJUNGI MUSEUM SRI BADUGA

Aldi Said, Arya Mugia, Eka Aditya Putra, Haridzi Dzar Alghifari Cahya Muhammad, Muhamad Ridhwanul Hakim, Mohamad Rizqi, Rangga Fadillah Giblartar dan Tandi Ibrahim.

Bandung, 20 Desember 2023

Dalam rangka mengenal sejarah, Mahasiswa Universitas Halim Sanusi (UHS), melakukan kegiatan kunjungan ke Museum Sri Baduga, Jl. BKR No.185, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat. 7 Desember 2023. Kegiatan tersebut ini merupakan inisiasi dari Dosen Pengampu Mata Kuliah Kewarganegaraan, Lysda Reviyanti, M.Pd. Mahasiswa UHS yang hadir diantarantya terdiri dari mahasiswa prodi PGSD, Agro Teknologi, serta Ilmu Komunikasi.

Lysda Reviyanti, M.Pd. selaku penggagas mengharapkan, melalui kegiatan ini dapat membuat mahasiswa lebih mengenal dan mengetahui budaya, sejarah dan peninggalan sejarah yang ada di Museum Sri Baduga, serta menciptakan mahasiswa Universitas Halim Sanusi lebih mengenal dan mencintai sejarah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan analisis dengan mengamati dan merenungkan bahan-bahan yang ada di museum. Kemampuan untuk merefleksikan pengalaman tersebut dan mengaitkannya dengan pembelajaran kewarganegaraan adalah aspek yang penting.

Selanjutnya disampaikan, “Mata kuliah kewarganegaraan sering kali mencakup pemahaman tentang negara, sistem pemerintahan, hak dan kewajiban warga negara, serta sejarah dan budaya bangsa. Mengadakan kunjungan ke museum, dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat dalam mencapai tujuan pembelajaran. Museum seringkali menyajikan koleksi diorama, lukisan, dan benda-benda bersejarah yang dapat membantu mahasiswa memahami perkembangan sejarah dan budaya bangsa. Di Museum Sri Baduga koleksi yang ditampilkan sejarah Jawa Barat, Bendungan, Peninggalan Kebudayaan Jawa Barat, Peninggalan Zaman Pra Sejarah dan masih banyak lagi. Hal ini dapat memberikan pengalaman pembelajaran aktif yang melibatkan mahasiswa secara langsung dengan materi pembelajaran. Ini dapat memperkuat pemahaman dan meningkatkan minat mereka terhadap topik kewarganegaraan”. Ujar Lysda Reviyanti.

Riko Bagus Prasetio, mahasiswa Universitas Halim Sanusi Prodi PGSD yang ikut Mengunjungi Museum Sri Baduga, mengungkapkan, “Dengan mengunjungi Museum Sri Baduga, saya menjadi tau bahwa di tanah sunda ini memiliki banyak keaarifan lokal contohnya wayang golek dan benda benda lain juga, dan juga menambah pengetahuan kita tentang sejarah dari benda peninggalan tersebut”, Ungkap Riko Bagus Prasetio. Sementara menurut Tajul Arfin, “Setelah ikut mengunjungi museum saya menjadi ingin lebih mendalami tentang sejarah yang ada di Museum Sri Baduga. Saya juga sangat senang, karena bukan cuma prodi PGSD saja yang ikut kunjungan tersebut, ada juga dari prodi Manajemen dan Ilmu Komunikasi, saya bisa saling mengenal dan silaturahmi dengan prodi lain”. ungkap mahasiswa Prodi PGSD ini. (RRN)

PENGENALAN SEJARAH BANGSA, MAHASISWA UHS KUNJUNGI MUSEUM SRI BADUGA Read More »

SAINTEK UNIVERSITAS HALIM SANUSI GELAR MALAM KEAKRABAN DAN OSPEK JURUSAN UNTUK MAHASISWA BARU

Maulana Yusup, ⁠Muhammad Fadil Febrian, Nia Ariyanti Ningsih, Nur Indah Ramadhani dan Povi Dwi Puspitasari

Senin, 11 Desember 2023

Saintek Universitas Halim Sanusi yang merupakan gabungan dari Fakultas MIPA, Pertanian dan Teknologi, serta Program Studi Agroteknologi, Biologi, Fisika, dan Teknik informatika, menggelar acara Makrab x Osjur, 9-10 Desember 2023. Dilaksanakan di kawasan wisata dan perkemahan Batu Kuda yang terletak di Cibiru Wetan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Acara Makrab x Osjur ini di buka oleh Kaprodi Fisika Eko Sulistio, S.Si., M.Si, serta di hadiri oleh setiap Kaprodi dari Saintek UHS. Acara ini dilaksanakan bertujuan untuk menciptakan keselarasan dan keakraban yang terjadi antar mahasiswa Saintek, khususnya dengan mahasiswa baru. Kegiatan ini diberi tema “Petualangan Keilmuan: Membangun Jembatan Antar Disiplin Ilmu Demi Terciptanya Mahasiswa Saintek yang Kolaboratif, Kreatif dan Adaptif.

Kegiatan digelar secara outdoor, dengan harapan agar lebih terasa menyatu dengan alam, diisi oleh berbagai kegiatan, diantaranya pemberian materi, kegiatan mini games, unjuk bakat, serta ibadah berjama’ah. Sebagai penutup, dilaksanakan jurit malam sebagai inti dari tujuan ospek ini, dibagi kedalam 7 pos, dengan tema-tema yang berbeda, diantaranya tema kewarganegaraan, kedisplinan, pengetahuan umum, keagamaan, etika dan moral.

Ketua panitia, Marsha Dhiaulhaq, mengatakan kegiatan ospek di alam terbuka memiliki keunggulan dibandingkan dengan kegiatan ospek didalam ruangan. Salah satunya adalah dapat memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi mahasiswa baru. “Harapannya melalui kegiatan ini dapat menciptakan mahasiswa baru yang lebih kreatif, adaptif, dan juga kolaboratif”, ujarnya. Sementara itu, Lulu Widiawati, salah satu panitia menyampaikan kesannya selama kegiatan. Menurutnya, “Hal paling berkesan adalah ketika melihat mahasiswa baru dapat saling bekerja sama dan saling membantu untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai syarat mengikuti rangkaian acara”.

Mahasiswa baru prodi Biologi UHS Bandung,Wiwit, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ospek. Menurutnya, kegiatan ospek ini sangat bermanfaat baginya untuk mengenal berbagai jurusan di UHS dan mempersiapkan diri menjadi mahasiswa yang berprestasi. “Osjur berjalan seru, disamping itu juga ada kesan yang benar-benar gak bisa dilupain, terutama kita osjur kan empat prodi disatuin jadi satu, menjadi saintek yaitu Bologi, Fisika, Agroteknologi, dan Teknik Informatika. Jadi momen kebersamaan antar prodi”, ungkap Wiwit. (RRN)

SAINTEK UNIVERSITAS HALIM SANUSI GELAR MALAM KEAKRABAN DAN OSPEK JURUSAN UNTUK MAHASISWA BARU Read More »

Perkuliahan Pertama Semester Genap Prodi Komunikasi Universitas Halim Sanusi

Antusiasme Mahasiswa Universitas Halim Sanusi Prodi Komunikasi Menyambut Awal Perkuliahan Semester Genap 2023.

Selasa, 14 Februari 2023

Alif Ramadan dan Febby Fazar Rinzani.

Setelah kurang lebih dua minggu menikmati libur perkuliahan semester ganjil, pekan ini mahasiswa Universitas Halim Sanusi telah memulai perkuliahan kembali. Selasa 14 Februari 2023 menjadi hari pertama bagi mahasiswa menjalankan perkuliahan pertama di semester genap ini, pertemuan pertama yang diisi oleh mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya yang diampu oleh Dosen Asmarandani Heryadi Putri, S.Sos., M.Sos.

Namun, sebagian mahasiswa masih ada yang tidak bisa menghadiri perkuliahan pertama ini, karena kendala sinyal internet yang tidak stabil pengaruh dari cuaca yang kurang baik. Antusias mahasiswa program studi ilmu komunikasi sangat baik , terlihat sangat bersemangat untuk memulai perkuliahan semester genap. Perkuliahan hari ini pun di isi dengan penjelasan kontrak perkuliahan, memperkenalkan sistem baru Learning Manajeman Sistem (LMS) yang bernama E-Study, serta penyampaian materi perkuliahan.

Sona Amelia Putri, salah satu mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi menyatakan, “Saya sangat bersemangat atas dimulainya perkuliahan ini, mudah-mudahan di semester genap ini saya lebih semangat dan lebih rajin lagi untuk menuntut ilmu”. ujarnya

Sona juga berharap, agar dirinya terus bersemangat sampai semester tingkat akhir dan semester 2 ini tidak mengalami kendala. “semoga perkuliahan berjalan sesuai dengan harapan saya”, pungkasnya. (RRN)

Antusiasme Mahasiswa Universitas Halim Sanusi Prodi Komunikasi Menyambut Awal Perkuliahan Semester Genap 2023. Read More »

Dosen dan Wakil Rektor sedang Mempresentasikan Universitas Halim Sanusi Pada Pekan Pendidikan Tinggi Jakarta (PPTJ) ke-18 di Istora Senayan, Jakarta, 9 Februari 2023

Universitas Halim Sanusi Berpartisipasi Pada Helatan Jakarta Campus Update 2023.

Bandung, 13 Februari 2023

Muhammad Fathan, Pinka Amelia Putri dan Vini Virdiyanti.

Universitas Halim Sanusi Bandung pada tanggal 8 sampai 10 Februari 2023 telah ikut berpartisipasi pada Pekan Pendidikan Tinggi Jakarta (PPTJ) ke-18, yang bertempat di Istora Senayan, Jakarta. Banyak kampus yang mengikuti acara ini, untuk mempromosikan kampusnya masing-masing. Acara juga dihadiri oleh siswa siswi SMA/SMK sederajat dari seluruh Indonesia.

Acara ini berlangsung dengan sangat meriah, setiap kampus mempersiapkan boothnya masing-masing dengan sangat menarik, agar para siswa-siswi tertarik dan berkunjung ke booth mereka, salah satunya dengan menyediakan challenge berhadiah merchandise. Selain itu masing-masing kampus juga mempresentasikan universitasnya masing-masing di panggung utama yang sudah disediakan oleh panitia.


Banyak sekali siswa-siswi yang hadir, untuk mengetahui keunggulan serta visi misi dari setiap kampus yang berpartisipasi. Mahasiswa Universitas Halim Sanusi mencoba mewawancarai beberapa peserta yang hadir. Rata-rata mereka mengatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat, untuk mempertimbangkan fakultas dan universitas mana yang akan mereka pilih nanti setelah lulus. Acara ini juga dinilai berkesan, sebagai sarana berbagi ilmu antar kampus. Acara PPTJ ini merupakan acara tahunan, dan akan dilaksanakan kembali pada tahun depan. (RRN)

Universitas Halim Sanusi Berpartisipasi Pada Helatan Jakarta Campus Update 2023. Read More »

FINAL FESTIVAL PADUAN SUARA PELAJAR SMA/MA/SMK PUI SE-JAWA BARAT DI UNIVERSITAS HALIM SANUSI BANDUNG

Final Festival Paduan Suara Pelajar SMA/MA/SMK Persatuan Umat Islam Se-Jawa Barat di Universitas Halim Sanusi Bandung

Senin, 26 Desember 2022

Hasna Hanifah, Kemal Nur Komara Pratama, dan Muhammad Tizar Hambali

Dalam rangka memperingati milad Persatuan Umat Islam (PUI) yang ke-105, Bidang Humas dan Media DPW PUI Jawa Barat mengadakan FESTIVAL PADUAN SUARA  PELAJAR SMA/MA PUI SE-JAWA BARAT. Setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan penyisihan, acara Final dilaksanakan di Aula Universitas Halim Sanusi. Sabtu, 24 Desember 2022.

“Festival ini menjadi sarana promosi untuk Universitas Halim Sanusi karena pesertanya adalah tim paduan suara sekolah-sekolah PUI tingkat SLTA, sehingga mudah-mudahan dengan bertempat dikampus UHS. UHS semakin dikenal, kemudian mereka tertarik untuk kuliah di Universitas Halim Sanusi. Oleh karena itu, kami memutuskan mengadakan festival ini di kampus Univeritas Halim Sanusi” Ucap ketua DPW PUI Jawa Barat, KH. Iman Budiman yang ditemui disela-sela acara.

Final festival paduan suara antar pelajar SMA/SMK PUI Se-Jawa Barat ini diikuti oleh 10 sekolah finalis. Kategori juara terdiri dari juara 1-3 dan juara favorit. Adapun Juara 1 diraih oleh SMK Bina Lestari PUI Tasikmalaya, juara 2 diraih SMK Plus Ashabulyamin Cianjur, sedangkan juara ke 3 diraih oleh MA Putri PUI Majalengka. Sedangkan untuk juara favorit jatuh kepada MA Unggulan Syamsul Ulum Sukabumi. (RRN)

Final Festival Paduan Suara Pelajar SMA/MA/SMK Persatuan Umat Islam Se-Jawa Barat di Universitas Halim Sanusi Bandung Read More »

Sukses Belajar di Perguruan Tinggi

Kegiatan Co-Curricular dengan Tema Sukses Belajar di Perguruan Tinggi Bersama Halim Sanusi University

Sabtu 17 Desember 2022

Alpina Nuraeni, Hafidah Rismayanti, Ira Nur Azizah

Universitas Halim Sanusi menetapkan peraturan, bahwa setiap mahasiswa harus memiliki Surat Keterangan Pelengkap Ijazah (SKPI). Maka dari itu, pada hari Sabtu 17 Desember 2022 pukul 08.00 WIB, Universitas Halim Sanusi mengadakan kegiatan co-curricular dengan tema Sukses Belajar Di Perguruan Tinggi.

Kegiatan tersebut diisi oleh beberapa pemateri, diantaranya Dr. Cukup Mulyana yang memberikan materi Goals Setting Mahasiswa dan Mufti Hidayat dengan tema materi Critical Thinking. Sementara yang menjadi moderator adalah Dosen Prodi Komunikasi, yaitu Asmarandani Haryadi P., S.Sos., M.Sos dan Mira Renata, S.Sos., M.I.Kom.

Kegiatan ini sangat memotivasi mahasiswa untuk meraih prestasi belajar saat perkuliahan di Perguruan Tinggi, maupun dimasa yang akan mendatang. Beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pemateri, seperti yang di ajukan oleh Tedi Supriyadi Prodi Agroteknologi yaitu tentang bagaimana cara membuat goals setting jangka panjang. Dr. Cukup Mulyana menjelaskan bahwa salah satu kelemahan mahasiswa adalah seringkali memperhatikan tujuan yang pendek dan mendadak. Hal ini terjadi karena ketidaktahuannya. Cara menentukan goals setting dapat dilakukan dengan kesadaran diri dari mahasiswa harus mampu memilih, memilah dan mengolah informasi yang diperoleh dengan baik dan tekun serta membutuhkan proses yang berkesinambungan.

Sementara itu, pada tema critical thinking, Muhammad yusuf Kamal mahasiswa prodi manajemen bertanya tentang banyak beredarnya Informasi hoaks. Mahasiswa dituntut harus cerdas dan mampu memverifikasi berbagai informasi yang diperoleh, apalagi di era digital saat ini, infromasi cenderung overload, mudah tersebarnnya berita-berita hoax.

Mufti Hidayat menjelaskan bahwa mahasiswa jangan hanya mencari berbagai informasi di seach engine semata seperti google, tetapi harus mencari juga informasi ditempat lain, semisal dari perpustakaan atau berasal pengalaman dengan banyak orang, semakin banyak informasi yg didapat akan semakin mudah mengumpulkan data yang relevan. Kemampuan dan kecakapan ini dikenal dengan istilah literasi. Literasi adalah kemampuan, kecakapan, atau keterampilan yang dimiliki seseorang, bukan hanya kemampuan menulis, membaca dan memperoleh pengetahuan semata, melainkan juga kemampuan untuk mengasah ketrampilan berfikir kritis terhadap permasalahan yang ada. (RRN)

Kegiatan Co-Curricular dengan Tema Sukses Belajar di Perguruan Tinggi Bersama Halim Sanusi University Read More »

Imbas Migrasi Siaran Televisi Digital (Sumber: indonesiabaik.id

Pendapat Mahasiswa Universitas Halim Sanusi, Imbas Migrasi Siaran Televisi Digital Analog Switch Off (ASO) Tahap II, 2 Desember 2022.

Minggu, 04 Desember 2022

Silvy Khofifah Fauziyah

Televisi merupakan salah satu media audio visual yang paling diminati masyarakat Indonesia. Hampir setiap keluarga memiliki televisi di rumahnya. Namun, seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, membuat media ini pun harus ikut berkembang guna menyesuaikan dengan teknologi. Pada tanggal 2 Desember 2022, salah satu daerah di Jawa Barat yaitu Bandung mendapat giliran migrasi siaran siaran televisi dari analog ke digital. Dikutip dari Kantor Siaran Berita Antara, bahwa hal ini adalah imbas dari pelaksanaan Analog Switch Off (ASO) tahap II. Wilayah yang mendapat giliran untuk pelaksanaan ASO tahap II ini antara lain Kota Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang dan Batam.

Hal ini membuat banyak warga resah karena televisi mereka tidak siap memperbaharui siarannya, karena mereka belum mempunyai alat penangkap siaran digital, Set Top Box. Warga yang tidak siap panik dengan berebut membeli set top box, media sosial pun tak kalah riuh, banyak keluhan muncul akibat migrasi tv digital ini. Namun hal berbeda dialami oleh salah satu mahasiswa Halim Sanusi Bandung, “Kalau saya kebetulan dirumah sudah beralih ke digital, sehingga saya tidak terlalu kaget ketika terjadi perpindahan tersebut. Dengan perubahan suara yang jernih dan channel yang banyak memudahkan saya untuk menonton televisi tanpa adanya gangguan”. Ungkap Hafidah.

Pada pendapat yang lain, Febby Fazar Rinzani mengatakan bahwa ada dua sisi positif dan negatif yang terdapat dalam pemasangan set top box. Sisi positifnya adalah banyak channel baru yang tertangkap sinyal set top box, suara berubah menjadi jernih, gambar tidak buram, serta isi channel banyak yang menyiarkan tontonan edukasi. Sisi negatif yang dirasakan Febby adalah ia merasa masyarakat yang tidak mampu membeli set top box tidak bisa lagi menontin televisi. Maka, solusi yang dapat diberikan adalah mencari alternatif lain untuk menonton seperti pada telepon genggam ataupun komputer. Dan bagi warga pelosok desa yang tidak bisa menonton, bisa beralih mendengarkan berita di media auditif berupa Radio. “saya pun sampai saat ini masih mendengarkan Radio dan itu tidak kalah menariknya dengan televisi”. Ujar Febby.

Perlu diketahui, bahwa Analog Switchh Off (ASO), adalah program dari pemerinta berupa migrasi siaran televisi analog ke siaran televisi digital. Dalam website indonesiabaik.id dijelaskan bahwa ASO ini merupakan pelaksanaan amanat UU Cipta Kerja, yang diemban oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang bertugas menghentikan penyiaran Televisi (TV) analog untuk beralih ke siaran TV digital atau disebut Analog Switch-Off (ASO).

Dikutip dari website resmi Kominfo, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usman Kansong menyatakan migrasi sistem penyiaran televisi dari analog ke digital memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, lembaga penyiaran, maupun negara. Dengan beralih ke TV Digital, masyarakat akan menikmati kualitas siaran TV yang lebih baik karena gambarnya lebih bersih, suaranya lebih jernih dan teknologi yang lebih canggih. menyatakan pilihan konten siaran bagi masyarakat juga akan menjadi semakin banyak dan beragam jenisnya, dan dapat dinikmati secara gratis, serta akan terjadi pemerataan siaran televisi berkualitas di seluruh daerah di dalam negeri. Selain itu, Migrasi ke TV Digital ini berhubungan dengan jaringan 5G. Sebab, slot frekuensi 700 MHz yang ditinggalkan TV analog dapat digunakan untuk jaringan baru tersebut, sehingga akan membuat kecepatan internet di Indonesia semakin bertambah.

Robby Rachman Nurdiantara, Dosen Prodi Komunikasi Universitas Halim Sanusi menyatakan, Migrasi siaran televisi digital ini, berpeluang menghadirkan stasiun-stasiun televisi baru khususnya didaerah. Sehingga berpotensi untuk melahirkan keragaman konten serta membuka lowongan pekerjaaan baru. Ini juga menjadi peluang agar kelak mahasiwa Universitas Halim Sanusi yang berminat untuk bergabung didunia penyiaran, dapat menjadi insan penyiaran yang berkualitas dengan menghasilkan konten-konten siaran yang berkualitas pula. Diharapkan melahirkan konten siaran yang kreatif dan inovatif, termasuk konten dengan muatan kearifan lokal demi kemajuan masyarakat. “Walau bagaimanapun teknologi dan globalisasi adalah sebuah keniscayaan, tetapi yang paling penting kita harus mampu memfilternya, agar dampak dari teknologi dan konten siaran yang negatif dapat kita tumpulkan, salah satunya dengan prinsip ‘think globally, act locally‘ tutup Robby. (RRN)

Pendapat Mahasiswa Universitas Halim Sanusi, Imbas Migrasi Siaran Televisi Digital Analog Switch Off (ASO) Tahap II, 2 Desember 2022. Read More »