
Bandung, 19 Juli 2026 – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2025 Universitas Halim Sanusi (UHS) menyelenggarakan Pameran Fotografi bertajuk “Infinity in Disability: Kisah di Balik Keterbatasan” di Bandung Creative Hub, Jalan Laswi No. 7, Bandung, Minggu (19/7). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu disabilitas sekaligus upaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan, inklusivitas, dan penghormatan terhadap hak-hak penyandang disabilitas.
Pameran ini dihadiri oleh Rektor Universitas Halim Sanusi Ir. Setiadi Yazid, M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor I Dr. Cukup Mulyana, M.S., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Asmarandan Heryadi Putri, S.Sos., M.Sos., CPR., para dosen, tamu undangan dari Peduly Bandung dan SLBN Pajajaran, serta mahasiswa Universitas Halim Sanusi.
Mengusung tema “Infinity in Disability: Kisah di Balik Keterbatasan”, pameran menampilkan beragam karya fotografi yang mendokumentasikan kehidupan penyandang disabilitas dari sudut pandang yang humanis. Setiap foto menggambarkan ketangguhan, semangat, harapan, serta potensi yang dimiliki para penyandang disabilitas, sekaligus mengajak masyarakat melihat mereka sebagai individu yang memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk berkembang.
Penyelenggaraan pameran ini bertujuan menggeser stigma negatif yang masih melekat di masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Melalui karya-karya fotografi yang sarat makna, mahasiswa ingin menghadirkan ruang refleksi sekaligus ruang apresiasi terhadap kisah-kisah inspiratif yang sering kali luput dari perhatian publik.
Selain menjadi media ekspresi artistik, pameran ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya membangun lingkungan yang inklusif. Kehadiran tamu dari komunitas Peduly Bandung dan SLBN Pajajaran semakin memperkuat semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan berbagai pihak dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UHS berharap dapat membangun jembatan empati antara masyarakat luas dengan komunitas disabilitas. Tumbuhnya kesadaran publik diharapkan mampu mendorong lahirnya tindakan nyata dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih ramah, inklusif, dan menghargai setiap individu tanpa memandang keterbatasan fisik maupun mental.
Pameran fotografi ini juga menjadi implementasi nyata semangat Kampus Berdampak, di mana mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga menghadirkan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kreativitas dan kepedulian sosial, mahasiswa Universitas Halim Sanusi menunjukkan bahwa karya fotografi dapat menjadi media komunikasi yang efektif dalam menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan inklusivitas.



