
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Halim Sanusi (UHS) Bandung sukses menyelenggarakan kegiatan NUSA EKSPRESI dengan tema “Menciptakan Pembelajaran Bermakna melalui Karya dan Seni”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 08.00–17.00 WIB, bertempat di Bandung Creative Hub.
NUSA EKSPRESI merupakan pentas seni dan pameran karya kolaboratif mahasiswa PGSD lintas angkatan 2022, 2023, dan 2024 yang mengintegrasikan seni, kreativitas, serta capaian pembelajaran mahasiswa. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi akademik sekaligus wadah kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam menampilkan hasil Ujian Akhir Semester (UAS) berbasis karya.
Acara ini dihadiri oleh Rektor UHS Ir. Setiadi Yazid, M.Sc., Ph.D, Wakil Rektor III KH. Iman Budiman, M.Ag, Ketua Program Studi PGSD Nanang Mulyana, S.Pd.I., M.Pd, Adang Setiawan, S.E., M.M. dari UHS Press, serta dosen PGSD yang turut hadir, yaitu Lysda Reviyanti, S.Pd., M.Pd, Saryati Purwanigara, S.S., M.Pd, dan Dr Nenden Rohmayanti, M.Pd. Kehadiran pimpinan dan dosen menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan pembelajaran kreatif dan inovatif di lingkungan PGSD UHS.
Rangkaian kegiatan NUSA EKSPRESI diawali dengan pengenalan Pameran Media Pembelajaran Inovatif oleh mahasiswa PGSD angkatan 2022. Selanjutnya, mahasiswa PGSD angkatan 2024 menampilkan pertunjukan kabaret, sementara angkatan 2023 menyajikan pameran seni dan prakarya. Kegiatan ini juga menampilkan hasil karya mahasiswa mata kuliah IPS dan Geografi dari angkatan 2023 dan 2024.
Selain pameran dan pertunjukan seni, acara ini turut dirangkaikan dengan Launching Buku UHS Press sebagai bentuk apresiasi terhadap karya tulis akademik. Kegiatan semakin lengkap dengan pemaparan materi oleh para dosen, yaitu materi Inovasi Pembelajaran oleh Bu Saryati, materi Seni dan Prakarya oleh Bu Lysda, serta materi IPS dan Geografi oleh Bu Nenden.
Melalui NUSA EKSPRESI, Program Studi PGSD UHS berharap dapat terus menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kolaboratif, dan kontekstual, serta menumbuhkan karakter calon pendidik yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Antusiasme mahasiswa yang tinggi sepanjang kegiatan menjadi bukti bahwa seni dan karya mampu menjadi media pembelajaran yang efektif dan inspiratif.



